Tugas literasi Bahasa Indonesia

 Robby daud Tannuel


Judul : Kado istimewa

Penulis : jujur prananto

Penerbit : buku kompas

Tahun terbit : 1992

Harga : 45rb

Jumlah halaman : 156 hal


Sinopsis

Cerpen ini bercerita tentang Ibu Kustiyah (atau Ibu Kus), seorang perempuan desa, yang dahulu pernah berjuang di masa kemerdekaan, yang ingin menghadiri pernihakan anak dari Pak Hargi, yang merupakan seorang mantan pejuang. Pak Hargi (atau Pak Gi) dalam cerita menjadi seorang pejabat di Jakarta, dan Ibu Kus ingin memenuhi janjinya untuk hadir di pernikahan ini yang diabuat puluhan tahun yang lalu.


Bu Kustiyah bertekad bulat menghadiri resepsi pernikahan putra pak Hargi. Tidak bisa tidak. Apapun hambatannya. Berapapun biayanya. Ini sudah menjadi niatnya sejak lama. Bahwa suatu saat nanti, kalau Pak Gi mantu ataupun ngunduh mantu, ia akan datang untuk mengucapkan selamat. Menyatakan kegembiraan. Menunjukan bahwa ia tetap menghormati Pak Gi, biarpun zaman sudah berubah.Bu Kus sering bercerita kepada para tetangganya bahwa pak Hargi adalah atasannya yang sangat ia hormati. Ia juga mengatakan bahwa Pak Gi adalah seorang pejuang sejati. Termasuk diantara yang berjuang mendirikan negeri ini. Walaupun Bu Kus Cuma bekerja di dapur umum, tetapi ia merasa bahagia dan berbangga bisa ikut berjuang bersama Pak Gi.Akan tetapi, begitulah menurut Bu Kus setelah ibu kota kembali ke Jakarta, keadaan banyak berubah. Pak Hargi ditugaskan dipusat dan Bu Kus hanya sesekali saja mendengar kabar tentang beliau. Waktu terus berlalu tanpa ada komunikasi. Kekacauan menjelang dan sesudah Gestapu serasa makin merenggangkan jarak Kalasan-Jakarta. Lalu, tumbangnya rezim orde lama dan bangkitnya orde barumengukuhkan peran Pak Gi dilingkungan pemerintahan pusat. Dan ini berarti makin tertutupnya komunikasi langsung antara Bu Kus dengan Pak Gi. Sebab dalam istilah Bu Kus “kesamaan cita-cita merupakan pengikat hubungan yang tak terputuskan”.



“soal cita-cita ini dulu kami sering mengobrolkannya bersama para gerilyawan lain,” demikian kenang Bu Kus. “dan pada kesempatan seperti itu, pada saat orang-orang lain memimpikan betapa indahnya kalau kemenangan berhasil dicapai, Pak Gi sering menekankan bahwa yang tak kalah penting dari perjuangan menentang kembalinya Belanda adalah berjuang melawan kemiskinan dan kebodohan”.Tapi bagaimanapun, meski Bu Kus tetap merasa dekat dengan Pak Gi, ternyata setelah tiga puluh tahun lebih tak berjumpa, timbul jugalah kerinduan untuk bernostalgia dan bertatap muka secara langsung dengan beliau. Itulah sebabnya, ketika ia mendengar kabar bahwa Pak Gi akan menikahkan anaknya, Bu Kus merasa inilah kesempatan yang sangat tepat untuk berjumpa.Lewat tengah hari, selesai makan siang, Bu Kus sudah tak betah lagi tinggal dirumah. Tas kulit yang berisi pakaian yang siap sejak kemarin diambilnya. Juga sebuah tas pelastik besar berisi segala macam oleh-oleh untuk para cucu di Jakarta. Setelah merasa beres dengan tetek bengek ini, Bu Kus pun menyuruh pembantu perempuannya memanggilkan dokar untuk membawanya ke stasiun kereta.

Belum ada pukul tiga, Bu Kus sudah duduk di atas peron stasiun. Padahal kereta ekonomi jurusan Jakarta baru berangkat pukul enam sore nanti. Ke tergesa-gesaannya meninggalkan rumah akhirnya malah membuatnya bertambah gelisah. Rasanya ingin secepatnya ia sampai di Jakarta dan bersalam-salaman dengan Pak Gi. Berbincang-bincang tentang masa lalu. Tentang kenangan-kenangan manis di dapur umum. Tentang nasi yang terpaksa dihidangkan setengah matang, tentang kurir Natimin yang pintar menyamar, tentang Nyai Kemuning penghuni tangsi pengisi mimpi-mimpi para bujangan. Ah, begitu banyaknya cerita-cerita lucu yang rasanya takan terlupakan walaupun terlibas oleh berputarnya roda zaman.


C. Penokohan

> nama tokoh : 

  * Bu Kustiyah : keras kepala, teguh pendirian, sangat menghormati atasan, sederhana

      * Wawuk : sangat hormat kepada ibunya

      * Pak Hargi : berwibawa

      * Totok : patuh kepada mertua

      * Putra Pak Hargi : agak sombong


Watak tokoh

Watak tokoh bawahan di antaranya, ibu kus yang niat dan nekat untuk menghadiri pernikahan anak pak hargi, Pak Gi adalah seorang pejuang sejati, Termasuk diantara yang berjuang mendirikan negeri ini. 

 

D. Kekurangan cerpen 

Dari cerpen kado istimewa karya jujur prananto ini memiliki kekurangan yaitu masih adanya kata kata yang kurang di pahami atau kurang pamiliar 



E. Kelebihan cerpen


> cerpen kado istimewa ini menyajikan jalan cerita yang sederhana namun berkesan sehingga membuat pembaca tidak merasa bosan

> penokohan dalam cerpen langsung terarah sehingga lebih muda di pahami

> konflik dalam cerpen kado istimewa ini sangat sederhana 

> cerpen di sajikan yang di ringkas yang dapat di baca sekali

> duduk dan tidak banyak menyita waktu namun pesen dan amanat tersampaikan dengan jelas


F. Rekomendasi

[Cocok untuk umur 21+ ke atas






Komentar